Memahamiapa itu fungsi manajemen, berikut pengertian sampai manfaat dari fungsi-fungsi manajamen dalam dunia bisnis yang harus kamu ketahui: msn kembali ke beranda msn ekonomi pencarian web PemahamanAlkitab Jemaat (Awam) Pemahaman Alkitab merupakan hal yang bersifat prinsip dan urgen (kebutuhan yang sifatnya mendesak) bagi jemaat. Menjadi prinsip karena Karena Alkitab/firman Allah merupakan pedoman bagi kehidupan jemaat. Sebagai pedoman Alkitablah yang menjadi dasar, yang di atasnya kehidupan jemaat dibangun. Aspekyang dinilai meliputi: (1) tahap persiapan: pemilihan dan cara penggunaan alat, (2) tahap proses produksi dan prosedur kerja, dan (3) tahap akhir/hasil: kualitas dan estetika hasil karya. guru juga dapat memberikan penilaian pada pembuatan produk rancang bangun/perekayasaan teknologi tepat guna, misalnya melalui: (1) adopsi, (2 Organisasi: Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Ciri – Unsur – Tujuan – Manfaat – Bentuk By Author Posted on May 2, 2022 May 7, 2022 Pengertian Organisasi – Untuk hal ini berbagai macam organisasi ada disekitar kita yang memiliki tujuan berbeda-beda. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Mahasiswa/Alumni Universitas Tarumanagara26 Januari 2022 0545Halo Sigit S, kakak bantu jawab ya. Organisasi merupakan hal yang penting yang harus di pelajari dengan baik. Contohnya jika kita bekerja pada suatu perusahaan,kita akan melakukan suatu organisasi. Oleh sebab itu kita harus mengetahui apa yang di maksud dari organisasi, fungsinya dan apa manfaatnya. Unsur Organisasi Dalam organisasi terdapat unsur-unsur sebagai berikut 1 Sekelompok manusia yang diarahkan untuk bekerja sama. 2 Melakukan kegiatan yang telah ditetapkan. 3 Kegiatan yang diarahkan untuk mencapai tujuan Manfaat pengorganisasian Pengorganisasian bermanfaat untuk hal-hal berikut 1 Memungkinkan pembagian tugas sesuai dengan keadaan perusahaan. 2 Mengakibatkan adanya spesialisasi dalam melaksanakan tugas. 3 Anggota organisasi mengetahui tugas-tugas yang akan dikerjakan dalam rangka mencapai tujuan Fungsi Pengorganisasian Hal-hal yang perlu diingat untuk fungsi pengorganisasian adalah sebagai berikut 1 Adanya pendelegasian wewenang dari manajemen tingkat atas kepada Manajemen tingkat bawah. 2 Adanya pembagian tugas secara jelas 3 Memiliki manajer tingkat atas yang professional untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan. Semoga bermanfaat ya. Fungsi pengorganisasian organizing dalam manajemen adalah proses mengatur tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap individu dalam manajemen. Menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Fungsi pengorganisasian bukan hanya mengatur orang. Tapi semua sumber daya yang dimiliki. Termasuk uang, mesin, waktu, dan semuanya. Tanpa terkecuali. Mengapa fungsi organizing ini perlu dilakukan? Sepenting apa perannya? Dan bagaimana fungsi pengorganisasian dilaksanakan? Juga seperti apa prinsip prinsipnya? Mari kita mulai. Untuk mencapai tujuan perusahaan. 4 Fungsi manajemen wajib dijalankan. Salah satunya adalah fungsi pengorganisasian. Hal pertama untuk mengeksekusi perencanaan adalah fungsi pengorganisasian. Seberapa Penting Fungsi Pengorganisasian? Lihat definisi fungsi manajemen pengoraganisasian diatas. Intinya adalah mengatur. Organizing adalah tentang mengatur sumber daya. Mengatur agar tepat. Mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan semestinya. Sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Ada banyak orang dalam satu perusahaan. Setiap orang berbeda. Hampir di segala hal. Keahliannya berbeda. Ilmunya berbeda. Motifasinya berbeda. Tingkah lakunya berbeda. Hampir semuanya berbeda. Sementara mereka harus bekerja sama. Sementara mereka harus mewujudkan keinginan perusahaan bersama. Untuk itulah diperlukan sesuatu yang mengaturnya fungsi pengorganisasian. Yang ahli menjual biarlah menjadi marketing. Yang ahli akuntansi biarlah menjadi bagian keuangan. Yang ahli mesin biarlah menjadi teknisi. Dan semua orang punya keahliannya sendiri. Dalam pengorganisasian mereka diberi tugas seusai dengan keahliannya. Sesuai kemampuannya. Sesuai kapasitasnya. Agar perusahaan bisa berjalan. Coba bayangkan. Jika tanpa ada fungsi pengorganisasian. Semua bekerja tanpa diatur. Tanpa di organisir. Siapa mengerjakan apa tidak jelas. Maka hanya tinggal menunggu waktu. Perusahaan akan gulung tikar. Bayangkan. Seorang teknisi mengurus pencatatan keuangan kondisi keuangan tidak jelas. Bayangkan. Seorang bendahara memperbaiki mesin tambah rusak. Tidak akan bisa berjalan. Karena memang bukan kapasitasnya. Untuk itu penting manajemen menjalankan fungsi organizing. Dengan fungsi pengorganisasian. Semua aktivitas menjadi mudah dijalankan. Semua sumber daya akan memberikan hasil yang maksimal. Semua diatur sedemikian rupa. Sumber daya apa yang harus digunakan. Mau dijadikan apa. Kapan harus digunakan. Dimana akan digunakan. Bagaimana cara menggunakannya. Siapa yang akan menggunakan. Semua menjadi jelas. Manfaat Fungsi Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian wajib dilakukan karena banyak manfaatnya. Untuk perusahaan. Diantaranya Mempermudah koordinasi antar pihak dalam kelompok Pembagian tugas sesuai dengan kondisi kekinian perusahaan Setiap individu mengetahui apa yang akan dilakukan Mempermudah pengawasan Memaksimalkan manfaat spesialisasi Efisiensi biaya Hubungan antar individu semakin rukun Kalau mau dirangkup. Seperti ini fungsi organizing dalam manajemen. Bagaimana Proses Fungsi Pengorganisasian Dijalankan? Ada beberapa tahapan dalam menjalankan fungsi pengorganisasian. Tidak serta merta langsung main tunjuk. 1. Mangacu pada Rencana dan Tujuan Manajemen Proses pengorganisasian dalam manajemen berangkat dari sini Rencana dan Tujuan. Yang telah disusun sebelumnya. Dan jangan lupa fungsi pengorganisasian ini merupakan eksekusi dari rencana dan tujuan. Yang diinginkan sebelumnya. Ini adalah tahap awal dalam usaha merealisasikan rencana manajemen. Desain fungsi pengorganisasian dipengaruhi dan disesuaikan dengan perencanaan. Arah pengorganisasian akan ditentukan disini. Setiap personil harus memahami tujuan manajemen. Tanpa terkecuali. Agar arahnya benar. Agar bekerjanya bisa efektif. Agar biaya yang dikeluarkan sedikit. 2. Menentukan Tugas Utama Rencana dan tujuan sudah didapat. Saatnya untuk menentukan dan merinci tugas utama pengorganisasian. Manajemen punya banyak level. Memiliki sub-sub bagian. Dalam perusahaan terdapat manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasional. Dan sub manajemen lain. Di tingkatan atau level manajemen yang lain. Yang lebih tinggi, atau yang lebih rendah. Pada tahap ini, tugas utama setiap bagian manajemen ditentukan. Tugas yang diberikan berbeda. Dirinci sesuai dengan bidangnya. Intinya menetapkan struktur perusahaan. Supaya garisnya jelas. Kewenangannya jelas. Dan tanggung jawabnya juga jelas. 3. Membagi Tugas kepada Individu Ini lanjutan tahap kedua tadi. Setelah tugas utama dirinci siapa individu yang akan melakukannya? Tahap ini krusial. Eksekutor rencana tadi adalah individu. Keberhasilannya ditentukan oleh individu yang menjalankan. Salah menentukan orang risiko gagal lebih besar. Pada bagian ini harus hati-hati. Setiap pekerjaan harus diserahkan kepada ahlinya. Yang sudah terbutki rekam jejaknya. Dan juga pengalamannya. Mulai dari pekerjaan besar, hingga pekerjaan kecil. Harus dikerjakan oleh orang yang tepat. Tidak main asal tunjuk. Ini juga berarti mendelegasikan kewenangan. Kepada individu yang dianggap mampu. Mengerjakan tugas yang diberikan. Hal seperti ini kita kenal sebagai departemen. Atau departemenisasi. 4. Mengalokasikan Sumber Daya Tugas sudah ditentukan. Orangnya sudah ditunjuk. Kini saatnya untuk mengalokasikan sumber daya perusahaan. Untuk dimanfaatkan, digunakan, dan memberikan manfaat yang maksimal. Apa yang dimiliki perusahaan? uang? mesin? bahan? pasar? resep? atau metode? Semuanya diperhitungkan. Digunakan. Dan dialokasikan secara tepat. Untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan. Mau diapakan, terserah. Yang penting sesuai dengan perencanaan. Yang penting sesuai dengan tugas. Yang penting bisa menghasilkan. Dan yang menggunakan sumber daya adalah personel individu yang ditunjuk tadi. Baca juga 6 Unsur Manajemen dan Penjelasan Detailnya 5. Evaluasi Strategi Pengorganisasian Evaluasi adalah tahap terakhir. Akankah strategi pengorganisasian akan berjalan sesuai yang diharapkan? adakah penyimpangan? adakah perubahan? Atau trategi pengorganisasian yang disusun justru menjadi sumber masalah itu sendiri? Inilah gunanya evaluasi. Melihat kembali yang terjadi. Dan mengantisipasi yang akan terjadi. Semua hal buruk bisa saja terjadi. Kapan saja. Perubahan tidak mengenal waktu. Kadang tanpa disertai alasan. Tiba tiba kondisi mengalami perubahan. Drastis. Sesuatu yang tidak diprediksi sebelumnya. Yang artinya strategi pengorganisasian tidak sesuai. Dengan kondisi kekinian. Bisa-bisa gagal. 13 Prinsip Pengorganisasian Ada syaratnya. Agar pengorganisasian berjalan sukses. Setidaknya harus memenuhi 13 prinsip pengorganisasian dibawah ini. 1 Kekuasaan dan Tanggung Jawab Ini sudah sangat jelas. Setiap departemen punya wewenang dan tanggungjawabnya masing masing. Setiap kelompok dan individu kekuasaan dan tanggung jawabnya tidak sama. Dipisah. Sesuai dengan posisi dan tugasnya. Hierarkinya jelas. Hitam diatas putihnya juga jelas. Dan hukuman bagi yang melanggar juga harus jelas. 2 Disiplin Disiplin wajib hukumnya. Jika ingin sukses dlam hal apa saja. Terlebih lagi dalam perusahaan. Di dalam organisasi, disiplin bukan hanya sekedar tepat waktu. Tapi juga sesuai dengan prosedur. Sesuai dengan kewenangan. Dan sesuai dengan tanggung jawabnnya. Kegagalan program bisa berawal dari masalah disiplin. Ketidakdisiplinan hanya akan membuat masalah. Setiap masalah hanya akan membuat pekerjaan menjadi berat. 3 Keterpaduan Arah Setiap individu bekerja dengan tugas sendiri. Setiap kelompok juga bekerja dengan tugasnya sendiri. Setiap departemen sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Organizing memang membuatnya memiliki tugas yang berbeda. Tapi. Meskipun bekerja sendiri. Sesuai dengan bidangnya. Tapi antara satu dan yang lainnya saling berkaitan. Tetap dalam satu koridor. Satu tujuan. Seperti yang telah disusun dalam perencanaan. Pekerjaan setiap orang memang berbeda. Tugas setiap departemen memang berbeda. Tapi tujuannya sama. Tujuannya hanya satu. 4 Kesatuan Perintah Mungkin anda ingat militer. Tentang kesatuan perintah. Dimana komandan selalu didengar. Perintahnya selalu dikerjakan. Tidak peduli kondisnya seperti apa. Tidak peduli teman sebelah berbicara apa. Perintah komandan harus dilaksanakan. Begitu juga dengan organisaasi manajemen perusahaan. Perintah dari atasan harus dijalankan. Atasan yang mana? Pertanyaan ini penting atasan yang mana? Yang harus didengarkan. Terkadang beberapa atasan memiliki perintah yang berbeda. Dan anak buah akan bingung. Harus menjalankan yang mana. Inilah pentingnya kesatuan perintah. Tidak terjadi simpang siur perintah. Yang harus dijalankan oleh bawahan. Semua menjadi jelas. Perintahnya. Tugasnya. Tanggung jawabnya. Evaluasinya. Dan ini misal kalau gagal, gampang siapa yang akan ditunjuk hidungnya. 5 Sub-Ordinasi Kepentingan Maksudnya adalah mengutamakan kepentingan perusahaan. Kepentingan umum organisasi diatas kepentingan departemen. Kepentingan departemen diatas kepentingan kelompok. Kepentingan kelompok diatas kepentingan pribadi individu. Begitu seterusnya. Terkadang setiap individu memiliki pemikirannya sendiri. Terkadang setiap departemen mempunyai idenya sendiri. Tetapi. Jika dirasa tidak sesuai dengan tujuan dan perencanaan sebaiknya tidak dijalankan. Karena bisa mengubah banyak hal. Yang sudah direncanakan. Tujuan organisasi bisa meleset. Ide-ide baru atau pemikiran baru harus dibicarakan dulu. Harus disesuaikan dulu. Dengan perencanaan yang sudah dijalankan. 6 Sentralisasi Sentralisasi mungkin berhubungan dengan kesatuan perintah. Sentralisasi merujuk pada terpusatnya kekuasaan di satu titik. Dibagian puncak manajemen. Apa-apa semua berawal dari pusat. Tidak dari perdepartemen. Desentralisasi mungkin masih belum bisa dijalankan untuk organisasi perusahaan. Desentralisasi berpikir secara parsial. Tidak utuh. Hanya terfokus pada keahliannya saja. Kepentingan yang lebih besar tidak bisa terlihat jelas. Dan lagi kekuasan setiap kelompok tidak banyak. Untuk itulah diperlukan sentralisasi kekuasaan. Pada manajemen puncak. Pemiliknya tetap menunjuk manajer puncak untuk menguasai banyak hal. Itu lumrah. 7 Remunerasi Ini masalah yang sensitif. Remunerasi adalah kompensasi yang diterima oleh karyawan. Atas segala usahanya didalam organisasi perusahaan. Kasarnya pembayaran gaji, bonus, tunjangan dan hal lain yang menjadi hak para karyawan. Jadi remunerasi berbicara tentang perut karyawan. Ujung tombak perusahaan. Remunerasi harus diberikan secara layak. Sesuai dengan kapasitasnya. Sesuai dengan prestasinya. Sesuai dengan haknya. Dan sesuai dengan waktunya. Ini penting. Yang menjalankan roda perusahaan adalah seluruh karyawannya. Jika karyawan kecewa efeknya negatifnya bisa sangat panjang. Produktifitas bisa menurun. Hubungan antar individu tidak jalan. Kualitas produk tidak sempurna. Penjualan dibawah target. Biaya perusahaan membengkak. Dan banyak efek negatif lainnya. Sangat banyak. Remunerasi harus dijalankan sebagaimana mestinya. Dan digunakan untuk memotifasi karyawan. Agar mereka menjalankan tugasnya dengan sempurna. 8 Keteraturan Segala sesuatu dalam menjalankan tugas harus dengan teratur. Sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Menjalankan tugas harus dalam koridornya. Setiap sesuatu yang tidak teratur efeknya selalu negatif untuk perusahaan. Aturan dibuat untuk dilanggar? itu hanya pembenaran bagi pelanggar saja. Itulah yang membuat tidak maju. Aturan dibuat untuk dipatuhi. 9 Inisiatif Terkadang, dalam menjalankan sesuatu. Ada ide-ide baru yang muncul. Ide baru tersebut harus diakomodir. Harus diperhitungkan. Harus dihargai. Tidak peduli munculnya dari mana. Tidak peduli siapa yang mempunyai ide. Tidak peduli bahkan jika ide tersebut berasal dari kuli kasar sekalipun. Harus ada wadah untuk itu. Untuk menyalurkan ide-ide baru itu. Bagus atau tidak idenya. Bisa direalisasikan atau tidak idenya. Yang penting ditampung. Baru dipikirkan. Dibahas. Dan ditentukan apakah idenya diterima atau tidak? 10 Rantai Kekuasaan Rantai kekuasasan yang ideal tidak gemuk. Tidak panjang. Sedikit tapi padat. Padat tapi sedikit. Sedikit tapi efektif. Maksimal. Rantai kekuasaan adalah seberapa panjang tingkat hierarki dalam organisasi. Panjang tidaknya ditentukan oleh kebutuhan. Dan juga skala perusahaan. Semakin besar semakin panjang, semakin gemuk. Seberapa banyak tingkatan manajemen dalam perusahaan? sekali lagi tergantung kebutuhan. 11 Stabilitas Hubungan Kerja Anda coba bayangkan. Teman kantor anda rese'. Menyebalkan. Selalu bikin ulah. Bahkan bikin masalah. Ditegur malah ngelunjak. Ujungnya anda tidak suka dia. Dia juga tidak suka anda. Kerja menjadi tidak nyaman. Kerja menjadi lebih berat. Bahkan konflik bisa meluas. Merembet kerekan terdekat. Menjadi konflik horisontal. Bahkan bisa vertikal. Akhirnya produktifitas tidak jalan. Hal seperti ini harus dihindarkan. Dalam dunia kerja. Dalam organisasi manajamen. Bisa menghambat kinerja organisasi. Perencanaan bisa saja tidak jalan. Untuk itulah kadang manajemen sumber daya manusia dibutuhkan. Mengawasi hubungan kerja para karyawan. 12 Keadilan Adil dalam lingkup perusahaan. Bentuknya bisa bermacam-macam. Misalnya. Reward and punishment. Yang bekerja bagus dapat bonus. Yang jelek dapat hukuman. Harus adil. Yang bekerja dengan semangat bisa dipromosikan karirnya. Yang bekerja setengah hati bisa dipindahkan posisinya. Ketempat yang mungkin lebih tidak enak. Dan banyak contoh keadilan lainnya. Yang harus dijalankan. 13 Team Work Bukan hal yang mengejutkan lagi. Kerja sama tim dalam organisasi mutlak diperlukan. Tanpa perlu diperdebatkan. Bagaimana setiap individu dan departemen bekerja sama. Dalam prosedur dan tugas yang ditentukan. Dengan hubungan yang mapan. Akan membuahkan kesuksesan dalam eksekusi rencana organisasi. Jika anda merasa ada yang tidak sesuai dengan penjelasan pengorganisasian diatas. Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini. Dan jangan lupa membaca artikel lain. Tujuan organisasi – Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi dibentuk guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Fungsi dan manfaat organisasi bisa didapatkan oleh tiap anggotanya. Menurut KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian organisasi adalah sebuah kesatuan susunan dan sebagainya yang terdiri atas bagian-bagian orang dan sebagainya dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Organisasi bisa bergerak dalam berbagai bidang seperti politik, pemerintahan, ekonomi, sosial, lingkungan, keprofesian dan lain-lain. Selain itu juga ada organisasi internasional antar negara-negara dunia misalnya seperti PBB, ASEAN, Uni Eropa, OPEC dan lain-lain. Organisasi dibentuk guna mencapai sebuah tujuan tertentu. Tujuan dibentuknya organisasi telah disepakati sebagai landasan pembentukan organisasi tersebut. Selain itu juga terdapat fungsi dan manfaat organisasi yang bisa didapat secara pribadi untuk tiap-tiap anggotanya. baca juga pengertian manajemen Ada beberapa tujuan organisasi menurut para ahli, baik fungsi organisasi secara keseluruhan atau manfaat organisasi bagi anggota, sebagai berikut ini. 1. Mencapai Cita-Cita Bersama Kelompok Salah satu tujuan utama organisasi adalah untuk mencapai cita-cita bersama kelompok dalam sebuah organisasi. Tiap anggota bergabung guna merealisasikan keinginan atau harapan bersama para anggota organisasi atau kelompok tersebut. 2. Mendapat Keuntungan Pribadi Manfaat organisasi juga dirasakan oleh masing-masing individu atau anggota organisasi. Tiap anggota mendapat keuntungan pribadi dari organisasi, baik berupa pengalaman, koneksi, keahlian hingga mendapat keuntungan secara finansial sesuai aturan organisasi. 3. Memperoleh Target pada Waktu yang Ditentukan Tujuan organisasi juga penting untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan di masa yang akan datang. Dalam hal ini ditentukan sebuah target yang akan dicapai oleh organisasi dalam jangka waktu tertentu, bisa berupa target keuntungan atau lainnya. 4. Mendapat Pengakuan Bagi Anggotanya Organisasi juga bertujuan untuk mendapatkan pengakuan bagi anggotanya. Dengan bergabung pada sebuah organisasi, tiap anggota akan saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal dan mendapat pengakuan satu sama lain dalam ruang lingkup organisasi. Fungsi Organisasi Di bawah ini adalah beberapa fungsi organisasi yang berkaitan dengan tujuan dibentuknya organisasi meliputi fungsi pedoman, fungsi legitimasi, fungsi standarisasi, fungsi motivasi dan fungsi rasionalisasi. Fungsi Pedoman Tujuan organisasi bisa berfungsi sebagai pedoman. Artinya yakni tujuan tersebut menjadi panduan bagi anggota dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang menyalurkan usaha mereka dalam mewujudkan tujuan sehingga memberikan arah mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Fungsi Legitimasi Fungsi legitimasi menjadi penting guna mencapai tujuan organisasi. Maksudnya tiap kegiatan yang dilakukan oleh sebuah organisasi, harus memiliki sumber legitimasi yang melindunginya sehingga organisasi mampu mengumpulkan dukungan dan pengakuan dari lingkungan di sekitarnya. Fungsi Standarisasi Selain itu juga ada fungsi standarisasi terkait tujuan organisasi. Standar ini yang mengatur mengenai standar tujuan yang diraih dalam organisasi setelah tujuan telah disepakati oleh semua anggotanya. Pada akhirnya akan diukur persentase keberhasilan berdasar standar yang ditetapkan terhadap realita yang dihasilkan. Fungsi Motivasi Tujuan organisasi juga berfungsi sebagai motivasi bagi anggotanya. Maksudnya anggota organisasi mendapatkan motivasi guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Ada banyak cara untuk memenuhi tujuan ini, salah satunya memberi bonus atau hadiah untuk memberi motivasi anggota guna mencapai tujuan organisasi. Fungsi Rasionalisasi Fungsi organisasi yang terakhir adalah sebagai fungsi rasionalisasi. Tujuan organisasi diperlukan guna membuat suatu organisasi menjadi tetap rasional dan bergerak menuju satu tujuan. Tujuan organisasi bergerak bersamaan dengan struktur organisasi yang telah dibuat dan ditetapkan. Nah demikianlah pembahasan mengenai tujuan dan manfaat organisasi bagi anggotanya dan bagi organisasi secara keseluruhan. Dalam tiap organisasi memang selalu ada tujuan yang akan diraih dan diwujudkan serta menjadi alasan dibentuknya organisasi tersebut. Pengorganisasian Pengertian, Peran, Prinsip, Fungsi, dan Proses Pengorganisasian Menurut Certo istilah pengorganisasian dapat diartikan sebagai “proses terciptanya penggunaan secara tertib terhadap seluruh sumber daya yang dimiliki oleh sistem manajemen.” Kata secara tertib disini menekankan bahwa penggunaan tersebut berdasarkan pada tujuan serta penggunaan sumber daya yang benar sehingga tidak mengakibatkan pemborosan sumber daya dalam proses pencapaian tujuan tersebut. Proses pengorganisasaian yang dilaksanakan oleh para manajer diantaranya yaitu pembagian pekerjaan, memberikan tugas kepada orang-orang untuk mengerjakannya, mengalokasikan sumber daya yang dimiliki, serta mengkoordinasikan upaya-upaya yang akan ditempuh. Sesudah rencana selesai disusun, maka para manajer harus bisa mengorganisasikan sumber daya yang dimiliki agar bisa melaksanakannya secara layak. “Organisasi merupakan hasil dari proses pengorganisasian”. Menurut pendapat Henry Fayol, pengorganisasian yang layak dari sumber daya organisasi akan mampu secara efektif meningkatkan efesiensi dan efektivitas penggunaannya. Organisasi sendiri bisa dilihat dari dua sudut pandang, antara lain yaitu pertama organisasi sebagai kesatuan “entity” dan kedua organisasi sebagai sebuah proses. Sebagai kesatuan, organisasi merupakan kumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu tata hubungan yang formal untuk mencapai tujuan organisasi. Setidaknya terdapat tiga 3 karakteristik umum organisasi sebagai entity, antara lain yakni 1 Terdiri dari sejumlah manusia 2 Memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai 3 Memiliki formalitas yang mengatur peranan dari setiap orang. Sementara itu organisasi sebagai proses, adalah proses untuk menyusun komponen-komponen organisasi hingga mempunyai struktur tertentu. Komponen-komponen yang dimaksud yaitu tugas, manusia, serta sistem manajemen. Peran Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian mempunyai peranan yang sangat penting di dalam sistem manajemen, hal ini karena proses pengorganisasian adalah mekanisme utama yang digunakan oleh para manajer untuk menggerakkan rencana yang sudah disusun. Pengorganisasian yang baik akan bisa menciptakan serta memelihara hubungan antara seluruh sumber daya organisasi dengan menunjukkan sumber daya mana yang harus dipergunakan untuk suatu aktivitas tertentu, kapan harus digunakan, dimana, dan bagaimana cara menggunakannya. Upaya pengorganisasian yang tersusun secara baik akan menghindarkan seorang manajer dari penduplikasian kegiatan serta sumber daya yang menganggur. Prinsip-Prinsip Pengorganisasian Organisasi adalah sebuah wadah dimana berlangsungnya proses-proses pengorganisasian sumber daya-sumber daya organisasi yang ada. Oleh karena itu dibutuhkan suatu prinsip yang akan melandasi kegiatan-kegiatan pengorganiasasian dalam sistem manajemen. Prinsip-prinsip tersebut antara lain yaitu 1. Kekuasaan dan Tanggung Jawab Kekuasaan selalu terkait serta diikuti oleh sebuah tanggung jawab. Disiplin merupakan rasa hormat pada aneka kesepakatan yang mungkin berbentuk kerja keras, kepatuhan, dan pengorbanan. Tumbuhnya disiplin memerlukan pemimpin yang baik dalam seluruh tingkatan. Setiap kelompok aktivitas yang mempunyai tujuan yang sama harus mempunyai seorang pimpinan dan rencana. Setiap orang dalam organisasi hanya menerima perintah dari satu orang atasan saja. 5. Subordinasi Kepentingan Subordinasi kepentingan pribadi pada kepentingan organisasi. Tingkat pemusatan atau penyebaran kekuasaan. Remunerasi dan cara pembayaran harus adil serta memberikan kepuasan kepada semua pihak yang terlibat baik karyawan ataupun atasan/pimpinan. Keteraturan yang diatur dalam aturan main organisasi, adalah dimaksudkan agar setiap orang mempunyai tugas dan tanggung jawab, dan hak masing-masing yang mendukung tercapainya tujuan organisasi. Inisiatif berkaitan dengan proses untuk memikirkan dan melaksanakan rencana. Organisasi harus bisa mendorong semua anggota organisasi untuk berinisiatif, supaya mereka menjadi puas. Rantai kekuasaan dimulai dari tingkatan yang tertinggi sampai dengan tingkatan terendah harus disesuaikan dengan kebutuhan serta jika memungkinkan lebih baik dipersingkat. 11. Stabilitas Hubungan Kerja Manajemen yang baik akan terusa meminimalisasikan terjadinya keluar-masuknya karyawan “turn over” pada tingkatan yang wajar sehingga tidak akan terlalu mengganggu kinerja organisasi. Aturan main serta pelaksanaannya, dimana peranan pemimpin menjadi sangat penting, dibuat secara adil, sehingga akan membangkitkan kesetiaan dan pengabdian dari para karyawan. Kerjasama Tim, sangat penting bagi organisasi dimana komunikasi sangat perlu dikembangkan didalamnya untuk membentuk team work yang baik. Fungsi Pengorganisasian Fungsi dari proses pengorganisasian bisa jabarkan dengan melihat bahwa organisasi yang baik serta maju didorong oleh empat atribut, empat atribut tersebut antara lain yaitu Organisasi harus bisa mempermudah proses pencapaian tujuan. Organisasi harus bisa mendukung terjadinya proses-proses untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan pengorbanan yang minimum. Organisasi harus bisa mempermudah pemecahan masalahnya. Organisasi harus bisa mewadahi proses-proses usaha serta proses-proses manajemen yang dibutuhkan untuk mencapai suatu hasil. Proses Pengorganisasian Proses pengorganisasian terdiri dari lima 5 langkah yang terjadi secara kontinue terus-menerus/berkelanjutan dimana didalam pelaksanaan proses ini perlu dilakukan penyesuaian untuk mempertahankan serta meningkatkan efektivitas organisasi. Tahapan atau proses pengorganisasian antara lain sebagai berikut 1 Merefleksikan tujuan dan rencana 2 Menetapkan tugas-tugas utama, yakni merinci semua pekerjaan yang harus dilaksanakan organisasi agar sesuai dengan visi serta misinya. 3 Membagi tugas-tugas utama, yaitu membagi beban kerja utama ke dalam aktivitas-aktivitas yang secara logis serta bisa memadai untuk dilaksanakan oleh seseorang atau dalam suatu tim. 4 Mengalokasikan sumber daya serta arahan untuk tugas-tugas, dimana pada tahap ini dalam mengkombinasikan antara pekerjaan secara logis dan efesien serta menetapkan suatu mekanismen untuk mengorganisasikan antar pekerjaan. 5 Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang sudah dilakukan.

tuliskanlah unsur manfaat dan fungsi pengorganisasian